Legian – Semangat budaya dan kreativitas anak-anak terlihat dalam Parade dan Lomba Ogoh-Ogoh yang digelar oleh PAUD Terpadu Karang Kemanisan Desa Adat Legian, Senin (17/3). Bertempat di Genah Pemelastian Pantai Legian, acara ini menjadi ajang edukasi bagi anak-anak untuk mengenal warisan budaya sejak usia dini.
Dengan penuh antusias, anak-anak menampilkan ogoh-ogoh mini yang dihias dengan warna-warni khas budaya Bali. Tak hanya parade, kegiatan ini juga dikemas dalam bentuk lomba untuk mendorong kreativitas dan kebersamaan di antara mereka.
Ketua panitia acara, I Gusti Ayu Widiastuti, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan adat dan tradisi kepada generasi muda. “Sejak dini, anak-anak harus dikenalkan dengan budaya Bali, agar mereka tumbuh dengan pemahaman yang kuat akan tradisi leluhur,” ujarnya.
Selain sebagai bagian dari edukasi budaya, acara ini juga merupakan rangkaian perayaan menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1947. Para peserta dengan bangga membawa ogoh-ogoh hasil karya mereka sendiri, yang mencerminkan beragam ekspresi seni dan kreativitas khas anak-anak.
Orang tua dan guru turut mendukung penuh kegiatan ini. Menurut salah satu orang tua peserta, Ni Made Sari, acara ini memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak. “Mereka belajar tentang kebersamaan, gotong royong, dan pentingnya melestarikan budaya,” katanya.
Parade ini juga mendapat perhatian dari wisatawan yang sedang berada di kawasan Pantai Legian. Banyak dari mereka yang kagum melihat anak-anak dengan semangat tinggi dalam mempertunjukkan budaya Bali.
Di akhir acara, panitia memberikan penghargaan kepada peserta dengan ogoh-ogoh terbaik. Namun, lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya bisa dimulai sejak usia dini, agar nilai-nilai tradisi tetap hidup di masa depan.
Dengan adanya acara seperti ini, diharapkan generasi muda akan terus mencintai dan menjaga warisan budaya Bali, sekaligus mempererat kebersamaan dalam komunitas.
Sumber: instagram – @infodenpasar



















